#Day30 The Last Day...

Posted by orange lover! , 2012/05/30 23.36

Dengan berat hati saya mengaku kalah dalam tantangan #30DayBlogging ini. Aku sedih sekali. Ini sudah pukul 11 malam dan besok saya harus bangun pukul 4 pagi karena adanya keperluan. Namun, hutan tulisan belum lunas juga. Phiufff... Writing is really a misery. Jika kamu bilang menulis itu mudah, mungkin kalian harus berpikir ribuan kali jika harus berkata seperti itu. Membiasakan diri untuk melakukannya yang sulit.

Menulis itu seperti terjun dari tebing yang tinggi untuk menuju ke sebuah sungai dengan air yang dingin ketika hari mencapai suhu tertinggi. Kita menginginkan untuk terjun ke sungai tersebut, namun takut untuk mencobanya. Setidaknya, saya sudah mencobanya walaupun akhirnya tersangkut di sebuah ranting di dinding tebing.

Maafkan saya kawan. Apabila nanti ada kesempatan untuk mengikuti tantangan ini lagi. Tantangan ini membuat saya menenmukan bahwa menuliskan itu benar-benar menyenangkan. Apapun yang ingin saya tulis dan saya sampaikan, saya harus belajar bagaimana saya menyusun kata-kata tersebut dengan baik. I got something new from this. Thank you for you Deasy yang mencetuskan tantangan #30DaysBlogging ini. Thank you for Mariya, Mulki, Lina, Mujib dan Farah yang ikut serta saling membagi semua tulisannya sebulan ini. I was inspired.

*hug hug*

#Day24 Walau 5 Menit...

Posted by orange lover! 23.19

            Aku ingat, saat itu langit terlihat kuning di mata. Udara pengap karena efek panasnya sinar matahari saat pagi menjelang siang. Tapi aku tidak peduli, walaupun seberapa pengapnya udara yang terasa pada lapisan kulit, aku merasa sejuk. Ya, ada kamu disampingku. Kita berbaring sambil mendengarkan alunan musik ala Hindustan seperti sebuah terapi yang menenangkan. Monoton sekali semua yang di hadapan kita. Tapi jangan lupa, disini aku menyimpan sebuah rasa yang selalu dinamis dan seperti air yang mengalir dan berhilir kehatimu. Ada semua rasa yang menggumpal dan bersiap untuk aku cairkan dan kualirkan bersama air untuk menuju ke arah perasaanmu. 

                Aku tak sabar untuk berdiam saja. Percuma saja jika ada kesempatan untuk bertemu denganmu namun tidak menumpahkan segala rindu yang selama ini menunggu didepan pintu dan menghambur keluar dan tertangkap di pelukanmu. Aku pandangi kamu walaupun ketika kutangkap sorot matamu, aku selalu malu-malu.

#Day23 When Alien is Lost...

Posted by orange lover! 23.04


Saya merasa sedih karena sepertinya tidak menyelesaikan tantangan #30DayBlogging dengan baik. Kegiatan yang cukup penuh minggu ini dengan panggilan kerja sampai kejadian kesasar di depan stasiun Kota mencari pintu masuk shelter busway cukup bikin stress. Kalau memang ada yang namanya setan nyasar, mungkin saya memang sedang dibuat pusing dengan kelakuannya. Padahal sebenarnya saya merasa cukup familiar dengan daerah Jakarta Pusat. Entah kenapa, saya tiba-tiba terdampar di Kota.

            Hal ini bisa terjadi saat saya ada panggilan kerja di daerah Cideng Barat, Tanah Abang, Senin kemarin. Sehabis interview di sebuah perusahaan otomotif, saya harus kembali ke kantor Ibu yang terletak di jalan Veteran untuk memperpanjang SIM C. Saya naik M10 jurusan Kota – Jembatan Lima dan berniat untuk turun di Harmoni. Namun, apa daya, Harmoni tak tercapai, saya merasa sungguh familiar dengan gedung-gedung tua yang saya lihat saat itu. Benar saja, mata saya terbelalak ketika saya melihat sebuah tulisan besar di depan gedung putih itu, MUSEUM BANK MANDIRI. Sh*t! A pretty girl named Ika, was lost alone. EL – OW – ES – TI. LOST! EI – EL – OW – EN – I. ALONE!

#Day22 Saya Ingin Ranjang Baru

Posted by orange lover! 22.19


                Banyak orang yang bilang dari tanggal 17 – 20 Mei kemarin merupakan akhir pekan yang panjang. Saya sih juga bilang. Tapi saya nggak begitu menikmatinya. Yak. Jumat masih harus mengajar di tempat les dimana saya bekerja. Merasa iri juga sih, ketika nyokap yang pegawai negeri bisa bersantai di rumah 4 hari penuh sedangkan saya harus pergi mengajar. No problemo. Demi ranjang baru.

                Ngomong-ngomong soal ranjang baru, saya suka agak takut dengan ranjang lama saya ini. Terbuat dari kayu, namun entah mengapa tidak terlihat kokoh berdiri. Mungkin sudah  lebih dari 5 tahunan dia berada di kamar saya. Ada beberapa tambalan di kaki nya karena sempat roboh sewaktu sepupu kecil saya yang berumur sekitar 3 tahun bermain di atasnya berlagak seperti Power Rangers dan Satria Baja Hitam. Alhasil, ambruk. *face palm* Ya, mungkin kayunya yang kurang bagus. Dan setelah beberapa minggu kemudian harus diperbaiki kembali setelah ambruk lagi saat saya hendak tidur. Padahal kan badan saya nggak berat-berat banget. Mungkin guling lebih berat dari badan saya. Oke, yang terakhir itu bohong. 

                Sangat disayangkan ketika membayangkan harus berpisah dengan ranjang yang selama bertahun-tahun bersama. Dia tidak pernah mengeluh kalau setiap hari saya tiduri, ataupun ketika saya tinggal sendiri jika harus keluar kota berhari-hari. Namun sepertinya dia tidak tahan dengan semua ini dan ambruk. Ehem. Begitulah. 

Tingginya kualitas suatu barang memang nggak bisa dibohongi. Semakin tinggi harga furniture , makin tinggi pula kualitasnya sehingga tukang kayu pun mencari jalan alternatif dengan membuat furniture dari kayu dengan kualitas yang rendah untuk mencukupi modal agar dapat merendahkan harga sehingga diminati masyarakat. Terlebih lagi kayu dengan kualitas bagus sulit dicari dan mahal. Seperti, Jati.

Saya bisa ambil contoh, lemari baju Ayah di kamar belakang masih saja berdiri kokoh tidak termakan rayap. Padahal, umur nya saja sudah tidak muda lagi. Lemari tersebut dibeli ketika orang tua saya ingin menikah, yah sekitar tahun 1988. Walaupun terlihat agak horror dengan cat hitamnya, namun masih berfungsi dengan baik. Lalu saya membandingkannya dengan ranjang saya ini. *puk puk ranjang*

Bagaimanapun kualitas ranjang saya nanti, dengan merawat dan membersihkannya dari debu akan menjaganya agar bertahan sampai lama. Kalau suatu barang dengan kualitas bagus juga tidak dijaga dengan baik, ya pasti akan sia-sia saja.

#Day 21 Saya Merindu..

Posted by orange lover! , 2012/05/28 18.45


A: Saya tunggu kamu di Taman Kejora di bawah lampu jalan ketiga setelah rimbunan belukar pertama saat matahari terbenam dan langit menampakkan gradasi nila dan ungu. Seperti pintaku saat terakhir kali jika kita akan sekali lagi bertukar rindu.

B: Bagaimana jika tak kutemukan langit seperti apa yang kau gambarkan tadi?

A: Aku sudah pesan kepada Tuhan semalam. Niscaya, kita akan bertemu.

B: Mungkin sekitar pukul enam limabelas.

A: Aku tidak tahu. Disini tidak ada waktu.

B: Maaf aku lupa. Sudah ingatkan Tuhan lagi? Aku sudah menunggu selama lima tahun.

A: Ya. Dia akan mengabulkannya nanti. Sepertinya baru kemarin aku meminta.

B: Syukurlah. Ah, dia selalu menjawab semua pintamu. Aku iri.

A: Untuk apa kamu iri dengan orang mati? Andai saja aku tidak begini, mungkin aku akan memelukmu setiap hari.

B: Salahmu sendiri kenapa cepat sekali pergi.

A: Hahaha… Iya, aku memang merasa ngantuk saat itu. Kebetulan, ada truk melaju dengan kecepatan penuh. Aku tersentak dengan lampu jauh dan tersadar aku sudah berada di tempat yang gelap. Panas. Sendirian. Ah, sudahlah. Hayo, bangun. Nikmati hari ini. Kamu tidak pantas untuk bersedih. Kamu terlalu cantik. Ingat pesanku yah, saat langit bergradasi nila dan ungu.

#Day20 Does Chocolate Means Love?

Posted by orange lover! 18.42


                Satu waktu, seorang teman perempuan menghampiri saya yang tengah bersiap-siap untuk pulang selesai mengajar. Sebut saja namanya Anggrek. Dia juga salah satu pengajar di tempat yang sama dengan saya. “Rangga (nama samaran) tadi kasih gue ini.” ujarnya tengah berbisik, lalu mengeluarkan sebatang coklat Ratu Perak dengan kacang almond. Respon saya waktu itu adalah, “Bagi dong.” Dia cemberut. Saya pun memarkirkan motor lagi dan duduk bersamanya di bangku depan teras gedung. Saya memulai pembicaraan lagi, “Oke, terus kenapa kalau dia kasih elo coklat?”

                Dia terlihat agak gemas dengan sikap saya dan menghempaskan nafasnya sebelum kembali berbicara, “Don’t you ever know what chocolate means when a boy gives it to the girl?” lalu saya kembali bertanya padanya, “What Rangga means for you? How can it be so special?”. Dia berpikir sejenak sambil memperhatikan coklat di genggamannya. “Yap. Gue suka sama dia”, akunya. Saya terkekeh. Snap! So typical. Saya menggaruk kepala yang sebenarnya tidak terlalu gatal. Bingung harus membalas apa yang tadi dia telah ungkapkan. Akhirnya saya pun bertanya padanya apakah si prince charming nya sudah mengatakan bahwa dia telah mengatakan sejujurnya tentang perasaanya. Anggrek menggeleng. “Mungkin nanti. Mungkin saja dia belum siap”, jawabnya sedikit pasrah dan terdengar malah menghibur diri sendiri. 

                Dia terlihat sedih saat itu. Saya mengusap-usap pundaknya dan mencoba membicarakan topik selain coklat. Untungnya dia tidak lagi terbawa suasana sehingga senyum di wajahnya kembali mengembang. Saya pun memberikan masukan untuknya agar tidak terlalu memikirkan Rangga, “Udahlah, jeng, kalau dia suka sama elo, pas kasih coklat ini, dia pasti akan bilang, ‘O’ Anggrek! I love you so much. Would you be my mother of my children?’ Gitu.” Saya ditoyor. Biarlah, seenggaknya saya masih bisa menghiburnya walaupun keraguan masih menggelayut di wajahnya. Tiba-tiba, seorang teman laki-laki kami yang juga mengajar di tempat yang masih sama datang sambil senyum-senyum sok ganteng. Anggrek memasukkan coklatnya ke kantong bajunya. 

                “Anggrek, elo dikasih coklat nggak sama Rangga? Nih gue dikasih dua, sekalian buat adik gue satu. Sok banget deh tuh orang yang baru dapet komisi pemasaran.” Dheg! Saya rasa perkataan Andi tadi terasa seperti membuka jalan ke jurang untuk si Anggrek. Yap, mungkin perempuan itu sebentar lagi akan terjun. Saya menoleh ke kanan memperhatikan ekspresi wajahnya. Ternyata memerah. Marah.

#Day19 My blouse

Posted by orange lover! 18.39


                Perempuan mana yang tidak suka berbelanja pakaian? Perempuan mana yang tahan dengan baju model unik yang terpajang di etalase toko ketika mereka sedang window shopping? Bisa saja yang tadinya ke mall tidak berencana untuk berbelanja, akhirnya mengingkari janji, dan yang tidak membeli di hari itu, bisa pula akan merasa menyesal ketika sesampainya di rumah karena tidak membeli, lalu datang kembali untuk membeli baju tersebut di kemudian hari. Agak kusut ya. Ya, begitulah perempuan. Selera bajunya juga terkadang tidak dapat tertebak. Model-model bajunya kadang bikin pusing kepala. Ada saja setiap bulan model baru berdatangan bikin isi dompet tak cukup untuk makan.

                Sebenarnya, saya nggak begitu memperhitungkan masalah model baju. kalo saya suka, saya beli. Kalo tidak perlu dan tidak cocok, untuk apa dibeli. Sebelum saya membeli baju, pertama saya akan menanyakan ke diri sendiri, “Hmm.. Baju ini pantesnya dipake buat kemana ya?” Jikalau tidak ada jawaban yang sesuai, ya tinggalkan saja. Ya daripada nantinya tidak akan terpakai. Pernah, saat ke Bali tahun 2009, di daerah Seminyak, saya membeli dress hitam dengan corak bunga Kamboja, dengan tali spaghetti dan kerutan di bagian dada. Sayangnya, sampai sekarang, saya belum memakainya karena belum ke pantai lagi. Aku sedih.

kerah pinokio
                Sempat mendengar adanya  blouse atau pun dress dengan kerah pinokio. Bentuknya tidak kokoh seperti kerah kemeja pada umumnya, namun membulat. Lalu, melalui Twitter, saya pun melihat model baju tersebut dari gambar yang diposting Fitri Tropica (@fitrop). Hmm.. Lucu juga. Vintage. Saat menyempatkan diri ke ITC Cempaka Mas minggu lalu, saya menemukan model baju seperti yang lihat. Sayangnya, bahan baju tidak sesuai dengan selera. Kerah pinokionya sih sudah seperti keinginan saya, namun brokat putih yang menjadi bahan baju tersebut bikin saya ilfil. Walaupun ada puring yang sesuai dengan warna luarannya, namun tetap saja malah membuat saya berpikir kalau baju tersebut harusnya saya pakai saat menghadiri pesta pernikahan. Ya, jadi ingat kebaya. Entahlah kalau itu yang jadi model baju jaman sekarang. Saya harus berpikir dua kali untuk mengenakannya.

                Setelah beberapa menit mengelilingi pusat perdagangan itu, akhirnya saya menemukan satu blouse yang menggugah selera. Walaupun bukan  dengan kerah pinokio seperti yang saya cari, saya menyukai layer putih di bagian dada nya tersebut. Sepertinya, blouse ini cocok untuk suasana yang semi fomal maupun non formal. 

                Dalam memilih baju, apalagi perempuan, sepertinya harga nggak begitu menjadi persoalan. Kenyamanan menjadi hal yang penting. Untuk apa punya baju mahal-mahal kalau si pemakai nggak bisa memadu-padankannya dan nggak percaya diri dengan apa yang dipakainya. FYI, baju yang saya beli kemarin, dengan bahan katun linen harganya masih di bawah lima puluh ribu loh. Yang penting orangnya bagus (red- cakep), pake baju apa saja pasti terlihat bagus. Okesip.
Happy hunting, gals!

#Day18 Mendongaklah ke atas

Posted by orange lover! , 2012/05/18 21.26


            Siapa diantara kalian yang tidak suka dengan langit? Siapa diantara manusia yang tidak pernah mengamati langit ataupun menikmati keindahannya? Jika kalian menganggap langit hanyalah langit, mungkin kalian salah. Di sana lah insprasi terbentang.  Awannya yang menyerupai gula kapas, begitu manis dipandang. Bagi saya, langit merupakan salah satu hiburan yang selalu tersedia di atas kepala. Tanpa perlu membayar, birunya langit dan awan yang menyerupai berbagai bentuk, saya dapat selalu menikmatinya.

            Tapi ada satu moment dimana langit begitu membuat saya terpesona. Ya, saat langit biru menjadi nila. Namun, hanya sesekali saja menghampiri. Warna gradasi antara nila dan ungu saat berganti malam dapat menghentikan langkah saya dan mengamati langit sambil mendongakkan kepala walau sebentar saja. Apalagi saat langit itu berada di depan saya, walapun terasa sangat jauh hingga berjuta-juta kilometer namun saya ingin mengejar dan menangkap keindahannya. Coba saja kalian hentikan sejenak rasa terburu-buru saat pulang kerja ataupun aktifitas lainnya di senja hari. Lihatlah ke langit. Jika, langit memberikanmu langit dengan nila yang berkilau, nikmatilah sejenak.

#Day14 Jangan Jadi Patung

Posted by orange lover! , 2012/05/17 20.39


            Buat saya, selama ini saya merasakannya, cinta adalah suatu virus yang bisa menyerang siapa saja tanpa kenal bulu dan kapan saja tanpa kenal suasana, tempat dan waktu. Pertama memang tidak begitu dirasakan kehadirannya, namun lama kelamaan virus tersebut akan terasa, lalu ‘menggerogoti’ pikiran dan hati. Coba saja, apakah selama ini dengan logika yang sehat kamu jatuh cinta terhadap seseorang? Malah cinta membuat kamu gila. Ketika berhadapan dengan seseorang yang kamu cintai, pikiran kamu melayang dan tidak sadarkan diri dan berpetualang dalam imajinasi yang kamu buat sendiri dengan tokoh utama antara kamu dan orang yang kamu idamkan saja; senyum – senyum sendiri, diam – diam cinta mulai merasuki pikiranmu dan akhirnya kamu terbawa suasana. 

Cinta juga tidak bisa berkompromi dengan logika, buktikan saja, jika cinta bisa bekerja sama dengan logika, bisakah kamu menjawab kenapa kamu bisa jatuh cinta terhadap sahabatmu, pacarnya sahabatmu, ataupun laki – laki beristri. Namun bagaimana bila virus tersebut ‘berkembang biak’ melebihi kapasitas yang kita mampu untuk bertahan? Mungkin sebelum kita terserang, ataupun saat kita terlanjur terserang, ada baiknya memberi pertahanan diri untuk selalu waspada dengan perasaan. Banyak laki-laki dan perempuan yang cantik dan baik di dunia ini, namun hanya satu yang bisa dipercaya dengan tulus untuk berbagi bersama, baik duka maupun suka, yang mengajarkan kita untuk selalu belajar dan menjadi seseorang yang lebih baik. Saya ingin orang itu. Saya ingin kamu. 

Saya selalu ingat sebaris kalimat dalam cerita pendek Seno Gumira Ajidarma yang berjudul Patung, melalui karakter seorang nenek, Seno menuliskan, “Cinta itu ada dua. Yang pertama cinta buta. Yang kedua cinta pake otak. Yang pertama biasanya membuat kita menderita. Yang kedua biasanya membuat kita selamat.”

So, go for your real love, people. It’s in your hands. It’s your decisions.


Untukmu, Rahadian Megananda
170512
20:30

#Day17 This Is How I Say It Again..

Posted by orange lover! 14.07

Sebelumnya terima kasih untuk Deasy aka @iflowery yang telah mempersembahkan buah karya nya perihal tulisan saya di hari ke 15. Siang tadi, ketika saya mengaktifkan data traffic di ponsel, sebuah pesan bergambar via Whatsapp muncul yang dikirimkan oleh perempuan yang sangat menyukai bunga tersebut. Kata pertama yang saya bisa ungkapkan adalah, WOW!
It's nice!

Dari melihat gambar perempuan di ilustrasi tersebut, saya jadi ingat bahwa saya pun memiliki baju dan rok yang sama persis. Akhirnya, saya memutuskan untuk mengambil gambar seperti ilustrasi yang dibuat oleh Deasy tadi. Saya buka lemari dan mencari baju dengan pola garis horizontal putih dan orange, namun tidak saya temukan. Ibu pun bilang kalau kaos tersebut sudah saya berikan ke adik sepupu sebab sudah tidak muat lagi di badan saya. Karena sudah niat untuk membuat gambar versi asli dari ilustrasi tersebut, saya pun memilih mengenakan kaos oranye saja. Yang penting warnanya sama. Hehe... FYI, rok biru yang saya kenakan itu adalah rok Ibu ketika beliau masih muda. Saya menemukannya di lemarinya ketika saya SMA dan langsung jatuh cinta dengan modelnya. So vintage. Jangan salah loh, ini adalah rok keramat. It is much older than me.

Voila, this picture was taken by my brother  dan dengan sedikit sentuhan dari Photoscape jadi lah gambar yang ya.. (walau terkesan agak memaksa) berkonsep sama :D
So, what do you think, guys?

#Day13 Homonoia, Please Be With Us..

Posted by orange lover! , 2012/05/15 17.51

Saya ini hidup di jaman apa sih? Kekerasan, baik fisik maupun verbal, makin saja dilakukan oleh beberapa anggota masyarakat, terjadi di luar sana, di tempat yang jauh jaraknya dengan saya, maupun di sekitar saya. Tidak hanya para pemuda, orang yang lebih tua pun hanya memikirkan masalah gengsi semata. Mereka membela tidak hanya agama, kekuasaan, kelompok maupun perseorangan. Apa nggak ada strategi yang bisa dilakukan untuk mendapatkan hal yang kita inginkan? Orang-orang yang lebih tua tidak menggunakan kedewasaannya untuk memandang suatu hal yang mereka sebut itu suatu masalah, sedangkan yang lebih muda, malah mengikuti ego dan tidak mau mengalah. Bagaimana bisa ketemu jalan keluarnya apabila mereka tidak berusaha mengambil jalan tengah dengan berdiskusi serta menghormati pendapat satu sama lain?

Seperti contoh kasus yang baru saja terjadi, cuma hanya karena merasa ada orang lain yang memandang kita yang katanya dengan sinis, apakah harus marah? Lalu bertengkar, saling bertukar kata-kata sampah serapah, kemudian merasa terhina, dan akhirnya tambah emosi? Lebih baik tidak usah digubris kalau hanya menambah keadaan menjadi nggak karuan. Apa, karena gengsi lagi? Kenapa sih harus diurusin orang yang memandang kita seperti itu, apalagi ketika orang tersebut tidak merasa melakukannya? Itu namanya orang gila. Dia punya mata, dia punya hak untuk melihat, kalau kita tidak tahu mengapa dia melakukan itu, ya sudah biarkan saja. Siapa tahu nanti dia akan bilang sendiri bagaimana perilaku kita sebenarnya. Atau mungkin kita yang belum bisa hidup dari kritikan? Apa mungkin kita yang belum siapa untuk menjadi makhluk sosial? Kenapa orang seperti itu nggak pindah saja ke hutan, buat rumah sendiri dan hidup sendirian tanpa orang lain yang akan mengkritik. Pujian tidak perlu-perlu amat kalau hanya untuk menaikkan gengsi dan merasa hebat dari orang lain, karena cuma bisa bikin perut buncit, nggak sehat, lalu mati.

#Day15 Write Nothing, Feel Something

Posted by orange lover! 17.01

I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you, Dad I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you, Dad I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you I hate you, Dad




#Day12 ..Dan Saya Pun Bersyukur

Posted by orange lover! , 2012/05/14 00.23


             Sabtu kemarin, bersama Ibu, saya menyempatkan waktu untuk pergi ke ITC Cempaka Mas untuk membeli beberapa perlengkapan primer. Setelah turun dari Patas AC 27 jurusan Kota- Bekasi via Cempaka Putih, sesampainya di sana, kami melewati tangga penyebrangan. Di sini lah cerita di mulai. Betapa saya begitu miris melihat anak-anak balita bahkan bayi tidak berada di tempat yang nyaman dan seharusnya; di pelukan ibu atau pun di rumah di mana mereka bisa berkumpul bersama keluarga di dalam rumah tanpa terkena sinar matahari maupun debu asap kendaraan bermotor secara langsung di jalan. Mungkin pemandangan seperti ini tidak aneh lagi di kota besar seperti Jakarta ataupun di beberapa kota lainnya.

#Day 11 Beda Tipis

Posted by orange lover! , 2012/05/11 22.43


            Semalam saya bermimpi, melalui kamera ponsel, saya menangkap sebuah gambar yang mungkin tidak terjadi di kehidupan nyata, yaitu ketika bulan dan matahari bersisian di langit dan sinarnya mengintip di sela dedaunan pohon yang rindang di depan rumah. Yang satu berwarna putih terang, yang lain menguning, lambat laun saling melekat. Tidak sempat mengabadikan dalam jepretan pertama, saya terbangun. Gagal untuk memotret. 

            Mimpi memang selalu aneh. Absurd. Tidak pernah masuk akal. Namun terkadang kenyataan jauh lebih absurd dari mimpi apapun. Sayangnya, beberapa kali kita membuka mata, keanehan tersebut tidak akan lenyap. Saya teringat apa yang dinyanyikan oleh Goodnight Electric, dengan suara Henry Foundation, “I can’t believe that life is real. I think it’s only common steel. We can’t escape, we have to choose and play it like we used to do..”

#Day10 Perempuan Di Balik Jendela

Posted by orange lover! , 2012/05/10 23.54



Sudah dua jam saya berada di balkon lantai dua rumah dengan keadaan ruang yang gelap sambil duduk ditemani sekaleng bir yang sudah tak lagi dingin. Menunggu seseorang. Dia tidak datang menghampiri. Namun muncul. Selama dua bulan saya mengamatinya dari sini, namun dia tidak kunjung menampakkan diri. Walaupun saya keluar rumah untuk bekerja di pagi hari dan pulang kerumah pada sore hari, ataupun mencuci mobil di hari minggu sambil melongok ke tempat dia berada, namun ia tidak kunjung tampak. Saya penasaran karena belum melihat dengan seksama sosoknya dengan jelas. Hanya bayangan. Namun bukan setan. Saya yakin dia manusia. Perempuan.


#Day9 Am I the Becoming?

Posted by orange lover! , 2012/05/09 23.15


            Sebelumnya saya telah menceritakan mengenai band kesukaan saya di postingan sebelumnya. Bagaimana saya begitu mengidolakan White Shoes and The Couples Company, dari gaya berbusananya, liriknya, lantunan melodinya dan idealisnya. Namun, ada yang lebih saya sukai daripada sekedar lagu yang mereka ciptakan dan saya dengarkan. Aprilia Apsari, sang vokalis. Entah mengapa, saya begitu mengidolakannya. Mungkin karena attitude nya yang belum saya temukan pada vokalis lain, parasnya cantik, dan baik berbusana, bahkan gerak tubuhnya yang mengikuti irama musik yang mengiringi suaranya yang merdu. Apabila saya menghadiri acara musik dimana WSATCC menjadi pengisi acaranya, saya tidak hanya menikmati pertunjukan band tersebut secara langsung, namun melihat Sari juga termasuk dalam rencana. 


#Day8 Bade' Kamana? Ka-rawang

Posted by orange lover! 23.04



                Minggu kemarin, saya dan pacar menuju Karawang untuk mencari alamat sebuah pabrik pipa dimana saya melayangkan surat lamaran. Sebenarnya, Senin tanggal 7 kemarin pukul 10, saya diharapkan datang untuk memenuhi tes interview sebagai Costumer Service/Internal Sales di pabrik tersebut. Namun, keadaan berkata lain, setelah saya mengetahui letak dimana pabrik itu berada. Saya mengurungkan niat.

                Dengan mengendarai sepeda motor, kami berangkat sekitar pukul 10 dari Bekasi Timur ke Karawang. Tepatnya Klari. Beberapa orang yang tercengang ketika menanyakan di mana saya melamar pekerjaan ini. “Emang mau kerja dimana, Ka?” tanya seorang teman. Saya pun menjawab, “Di Karawang, Klari,” Dia pun setengah kaget mendengar jawaban saya, “Ah, serius lo? Jauh amat!” Begitulah.

#Day7 Cinta itu Adalah Belajar

Posted by orange lover! , 2012/05/07 23.45

Cinta itu adalah belajar. Belajar untuk bekerja keras untuk memperjuangkan untuk mendapatkannya lalu belajar lagi bagaimana mempertahankannya. Cinta itu sulit. Sekali lagi cinta itu sulit. Pernahkah kamu merasa begitu mudahnya mempertahankan cinta? Seperti halnya tentara, begitu sulit melatih mereka untuk menjadi prajurit di lini depan saat perang. Begitulah cinta, kamu akan sulit mencari tameng – tameng agar hatimu dapat mempertahankan cinta dan berperang melawan cinta lain yang mulai menghampiri untuk menerobos hatimu walau mereka tahu ada penghuni di tanah hatimu. Ketika cinta adalah belajar, dan tak ada rasa letih untuk belajar, kamu akan berusaha menguasai cinta dalam pemahamanmu sendiri melalui pengalaman yang kamu tapaki.

#Day6 How are your books today?

Posted by orange lover! 11.40


 There is no friend as loyal as a book.

-Ernest Hemingway-



Bagaimana keadaan buku kamu hari ini? Baik- baik saja kah? Jagalah baik-baik karena buku bersifat abadi dan tidak akan termakan musim. Saya rasa buku merupakan salah satu bentuk dokumentasi dari karya yang kita buat. Banyak orang pasti menyadari bahwa menjaga buku (apapun bukunya) adalah salah satu kegiatan yang penting di dunia ini. Tapi ada beberapa orang yang masih belum peduli untuk merawat buku yang dimilikinya  Saya berpendapat bahwa menjaga buku dari berbagai macam kotoran, noda, ataupun lipatan haruslah dilakukan. Apalagi jikalau ada orang yang sampai menginjak buku, bahkan membakar buku. I think everybody'll be mad. Ketika kita membeli sebuah buku, kita pun harus menjaga dan bertanggung jawab atas buku tersebut. Apalagi buku yang kita beli tersebut kaya akan pengetahuan ataupun yang dapat membuat kita merasa terhibur. Sayangkah kita dengan uang yang kita keluarkan untuk membeli sebuah buku harus sia-sia dengan hal yang sepele karena tidak menjaga buku tersebut? Tegakah kita pada penulis yang setengah mati merangkai kata demi kata sedemikian indahnya namun buku yang mereka hasilkan dirusak karena tidak dijaga dengan baik?


#Day5 Saat Alien Di-psikotes

Posted by orange lover! , 2012/05/05 20.11

salah satu Psikotes yang tadi saya kerjakan
Akhirnya pertanyaan "Ka, kapan kerja?" yang diutarakan oleh Ayah pada yang saya ceritakan blog sebelumnya, lambat laun dan mudah-mudahan akan terjawab. Pasalnya, sekitar Jum'at, saya dikirimkan pesan singkat berupa undangan psikotes di salah satu perusahaan manufaktur alat musik di daerah Cikarang Barat dimana sebelumnya saya mengirimkan lamaran sebagai staff Administrasi via pos yang saya dapatkan informasinya dari sebuah koran. Pesan tersebut menyebutkan bahwa saya diharapkan datang pada hari Sabtu pukul 8.30. Dengan berbekal niat, keteguhan hati dan jerawat di hidung, saya melaju motor ke kawasan industri di Cikarang tesebut.