Untuk yang Berulang Tahun Hari Ini #Day8

Posted by orange lover! , 2013/01/12 17.06

Untuk kamu yang berulang tahun hari ini, tentunya aku ucapkan Selamat Berbahagia. Aku turut senang, Tuhan mengizinkan untuk menikmati hidupmu yang indah ini untuk yang ke 28 kalinya. Banyak mungkin semua peristiwa dan kenangan telah terjadi di tiap detik harimu. Aku pun bersyukur selalu ada di setiap mata memandang dan merasakan denyut-denyut jantungmu dan berada dalam bagian di hidup serta bisikan doamu. Semoga harapan-harapan selalu terwujud seperti cita-cita yang telah kamu capai sebelumnya. Happy Birthday, R*hadian Meg*nanda.

 Ika

Tipe Penumpang Bis #Day7

Posted by orange lover! 16.43



Menjadi commuter di Ibu Kota tidak begitu gampang. Apalagi untuk gue yang masih baru dalam hal pergi bolak-balik antar provinsi hampir setiap hari ini. Gue tinggal di Bekasi, sedangkan Kebayoran Baru adalah lokasi dimana gue bekerja kini. Pertamanya sih, gue merasa kaget dengan semua ini, seperti ketika harus mengetahui bahwa lama perjalanan yang gue tempuh dari rumah ke daerah Jakarta selatan tersebut selama dua jam pada saat kondisi jalan Jakarta dalam keadaan normal. Hal ini dikarenakan gue harus melewati daerah pusat kemacetan yang terkenal di Jakarta, Jalan Gatot Subroto dan Semanggi. Alhasil, semua ini nampak begitu berat bagi commuter pemula seperti gue. 

Setiap harinya, angkutan yang selalu mengantar gue adalah bis AC 05 jurusan Blok M – Bekasi. Tanpa bis tersebut, apalah artinya gue. Mungkin hanya butiran berlian yang terhempas di langit Senayan. Halah! Ketika masih kuliah dulu, gue menumpang bis ini hanya untuk ke toko buku di Plasa Senayan. Mungkin hanya beberapa bulan sekali ketika sang dosen menyarankan untuk membaca novel literature, ataupun atas dasar kemauan sendiri. 

An Absurd Day #Day6

Posted by orange lover! , 2013/01/07 15.29



Minggu, 06 Januari 2013

Well, this is an absurd day. Seperti biasa, semenjak ada dua dokter di klinik dimana gue kerja, sekarang gue harus masuk kerja di hari Minggu. Senin, luckily, gue libur. Untungnya, suasana klinik cukup lengang di hari Minggu. Otomatis jam pulang gue bisa dimajuin lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Biasanya sih pukul 2 sudah pulang. Suasana jalan  pulang di hari Minggu siang tambah menggembirakan. 

            Tapi sih tadi tumben keluar klinik sudah mulai sekitar pukul setengah empat. Salah satu teman kerja, sebut saja Maul belum menyelesaikan tugasnya, dan gue asyik menjawab trivia buat diposting di blog untuk hari keempat. Hehehe.. Tapi, yang bikin lama juga sih sebenarnya ada pasien baru yang bikin ribet bukan kepalang. Sebelumnya, dia datang langsung bersama temannya ke klinik untuk membuat janji dengan si dokter. Pertamanya sih, gue pikir beliau orang Arab; dilihat dari font di iPhonenya yang bertuliskan huruf Arab, saat memberikan gue nomor teleponnya. Wajahnya pun tipikal, berhidung mancung, matanya kecil, namun kulitnya lebih terang. Saat menepati janjinya tadi siang, beliau membawa serta sang istri dan seorang anaknya yang masih kecil. Dilihat dari form kesehatannya, ternyata beliau berasal dari Libya.Sayangnya Bapak tersebut berbahasa Inggris kurang lancar. Lain halnya dengan si istri walaupun masih kental dengan aksen Timur Tengah, namun bahasa Inggrisnya terbilang lancar. Jika dilihat dari situasi ini, bisa dipastikan di ruang pemeriksaan nanti akan ada transit bahasa, Inggris – Arab Libya – Inggris lalu kembali ke Arab Libya dan seterusnya. Terbukti, ruangan menjadi hening sesaat mereka melakukan percakapan ketika bertanya ke si suami bagaimana kondisi punggung dan area bermasalah lainnya saat itu. Gue dan dokter pun saling pandang. We totally didn’t understand what they were talking about. Ditambah lagi si anak yang jalan mengelilingi ruang dokter yang hanya berukuran sekitar 3 x 3 meter, menangis karena tidak mengizinkan Babanya (panggilan dalam bahasa Arab) diperiksa oleh si dokter, dan juga berulang kali terjatuh karena masih belajar menyeimbangkan badan saat berjalan, sungguh meramaikan suasana. Perkiraan gue benar. Setelah pemeriksaan selesai pun si dokter bilang ke gue, “This is so abstract, Ika.” Gue merasa pusing.

Tanah dan Hujan #Day5

Posted by orange lover! 15.23



Aku adalah air yang terbendung di pori-pori awan. Saat aku dijatuhkan nanti, aku pinta angin membawaku hingga jatuh menetes kewajahmu sebagai penyejuk kemarau panjang yang engkau rasakan kini. Jangan cemas, petir tidak akan menakutimu. Aku tidak takut dengan petir. Aku bersahabat dengannya. Malah, aku yang memintanya untuk tidak membuatmu jauh kepadaku. Kamu juga jangan takut kepadaku. Seharusnya kamu senang akan kedatanganku yang sudah lama kamu nantikan. 

Aku akan melembabkan kulitmu yang mengering. Pasti sakit rasanya menantikan diriku. Pasti tersiksa rasanya kamu merindukan kedatanganku. Maaf jika aku pergi terlalu lama. Maaf jika aku datang tanpa sepengetahuanmu yang terkadang awan-awan saja membohongimu akan ada atau tidaknya aku untukmu. Aku hanya ingin menjaga diriku agar tidak terlalu mendekapmu dan bersamamu terus menerus. Apalagi jika tidak ada yang menahanku. Jujur saja, aku juga ingin merasakanmu dan memasuki lapisan terdalam pada dirimu. Tapi sepertinya aku harus berpikir sekali lagi. Coba saja kau bayangkan. Tunggu. Kamu rasakan saja. Biar mereka yang menapaki, bertumpu padamu seharusnya membayangkan dan berbuat sesuatu untuk kita. Mereka harus mengerti bagaimana mengatur tempat pertemuan kita walaupun aku datang padamu tanpa henti. Aku tak ingin menggenangimu dan membuatmu sesak karena menopang aku yang meluap.

Trivia #Day4

Posted by orange lover! , 2013/01/06 15.17

Yes, I am having blogblock this past two days. Works and traffic blocked my mind. Well, I think I should do brain surgery like my doctor in my office told me. Hehe.. Thanks for Dessy for having this trivia which may help to inspire me.

1. WERE YOU NAMED AFTER ANYONE?
No. Well, if you were in my position, would you agree if I am named after my father's like Yunika Hawa Lestari Soleh? Or in this new year, I think will change my name into Yunika Gosling. Thank you.
2. WHEN WAS THE LAST TIME YOU CRIED?
The last time I cried in the new year for both being shocked and happy. Bingung kan? Aku juga.
3. DO YOU LIKE YOUR HANDWRITING?
I don't know. I am totally confused with my handwriting which one is definitely mine.
4. WHAT IS YOUR FAVORITE LUNCH MEAT?
Aku jadi kangen makan lamb chop di Arena, Bali.. Aaaak!!
5. DO YOU HAVE KIDS?
My neighbor has.
6. DO YOU STILL HAVE YOUR WISDOM TEETH?
I have two. Posisinya miring gitu kenapa, ya?
7. DO YOU USED SARCASM A LOT?
Sometimes.
8. DO YOU STILL HAVE YOUR TONSILS?
I don't know. Can you check it for me? *open mouth*
9. WOULD YOU BUNGEE JUMP?
Absolutely no. Gue takut ketinggian. Lewat jembatan penyebrangan aja gue puyeng, cyiiiinn!!!
10. WHAT IS YOUR FAVORITE CEREAL?
As far as I know is kids cereal. Does it count in?
11. DO YOU UNTIE YOUR SHOES WHEN YOU TAKE THEM OFF?
I love shoes especially when  going out. I do it.
12. DO YOU THINK YOU'RE STRONG?
I am strong enough to face this life. *tiba tiba langsung memikirkan masa depan*
13. WHAT IS YOUR FAVORITE ICE CREAM?
I like chocolate one. But, it's been long time I don't eat ice cream.

14. WHAT IS THE FIRST THING YOU NOTICE ABOUT PEOPLE?
Their eyes. TATAP MATA SAYAA!
15. RED OR PINK?
Red.
16. WHAT IS THE LEAST FAVORITE THING ABOUT YOURSELF?
plin plan. Well, I'm sorry. I am Gemini. LOL
17. WHO DO YOU MISS THE MOST?
Every second I miss Rahadian Megananda. His eyes melt me down. #eaaa
18. DO YOU WANT EVERYONE TO SEND THIS BACK TO YOU?
What about your answers, guys?

19. WHAT COLOR PANTS AND SHOES ARE YOU WEARING?
Blue jeans and white wedges.
20. WHAT WAS THE LAST THING YOU ATE?
Cheese Mania from Domino. My doctor bought it for the team.
21. WHAT ARE YOU LISTENING TO RIGHT NOW?
I am listening to Beyonce Knowles - Single Ladies on Youtube from office PC. Wo..oooo..oowoo...!

22. IF YOU WERE A CRAYON, WHAT COLOR WOULD YOU BE?
Black. I'll mess your drawing. *devil laugh*
23. FAVORITE SMELLS?
Jasmine. Relaxing.
24. WHO WAS THE LAST PERSON YOU TALKED TO ON THE PHONE?
Belum ada yang telepon aku hari ini. Aku cedih.

25. WHAT ARE YOU ALLERGIC TO?
My doctor said that I am not allowed to eat eggs and seafood because of my eczeuma.

My 2012 #Day3

Posted by orange lover! , 2013/01/03 13.57



            Tahun lalu begitu berkesan buat gue. Pasalnya, semua berkah hadir dan mengalir deras kala itu. Dari momen yang dengan kerja keras untuk dicapai dan akhirnya gue dapatkan, sampai keinginan yang sebelumnya belum pernah gue cita-citakan sebelumnya, terjadi. Like dream came true. Ada pula juga apa yang selama ini gue mau, tapi belum kesampaian sampai saat ini. Moga-moga tercapai di tahun berikutnya ya. Everything is possible in our lives, kan?

            Happiness came very early in the early of the year. Di awal tahun, gue lulus kuliah. Siapa yang nggak gembira coba?. Dari awal gue takut kalo gue bakal menghabiskan waktu selama 5 tahun di kampus gue tercinta. Nyatanya, Januari 2012 dengan belajar selama 4 tahun 4 bulan, akhirnya gue mendapatkan hasil dari kemauan untuk kerja keras selama ini. Nilai yang bisa membanggakan orang tua. Selang dua bulan, gue diwisuda. Gue pake toga, cyiiin! Saat puncak acara dimulai, nama gue dipanggil sebagai mahasiswa terbaik di jurusan tempat gue belajar. Apa lagi yang nggak bisa gue syukuri dari semua yang gue dapatkan saat itu? Terlebih lagi, usai acara, gue keluar dari gedung, terlihat bokap dan nyokap menyambut gue dengan wajah yang bersinar. Mereka yang tengah terharu memeluk gue dan gue mendengar suara bokap gue berbisik, “Alhamdulillah, ya Allah..” :’) Walaupun dulu gue bikin mereka kecewa karena nggak masuk perguruan tinggi negeri dan menjadi wanita angkatan darat, seenggaknya gue bisa membayar kekecewaan gue dengan rasa bangga.

Aku Rindu #Day2

Posted by orange lover! , 2013/01/02 14.09



            Ada kamu di suara letupan kembang api semalam. Ada kamu di sinar warna-warninya hinggap langit malam terang benderang. Ada kamu dalam sorak-sorai menyambut. Ada tawa genitmu dalam tawa gembira bocah-bocah kecil yang dibolehkan terjaga hingga larut malam. Aku rindu.

 Kita telah menjalani semua suka dan duka selama 5 tahun. Aku lihat kembang api yang sama. Aku dengar suara yang sama. Pun aku mencintai laki-laki yang sama. Hingga kini, rasa yang sama juga meletup-letup di dada. Aku tak memperdulikan tahun yang telah berganti. Rasa rindu ini selalu menghampiri di setiap detik waktu berjalan.

Dua tahun lalu aku tak memperdulikan suara kembang api atau petasan manapun. Bibirmu pun tak mengembang. Bibirmu dan matamu tertutup. Wajahmu yang tenang namun pucat tetap menenangkan.  Tapi kutahu jika telingamu mendengarku yang selalu berdoa di sampingmu. Mengharapkan dirimu menyambut tahun baru bersamaku dan mencium bibirku ketika jarum jam lurus ke angka 12.

“Mama.. Mama..” malaikat kecil yang tengah berdiri di sampingku sambil menarik-narik ujung kaosku, memanggil. Aku tersenyum seraya memberi kode mempersilahkannya untuk melanjutkan apa yang ingin ia katakan. “Papa sekarang ada dimana ya? Lud kangen Papa..”

Aku menunjuk ke arah kembang api hijau yang tengah mekar di langit. Sambil mengelus rambutnya. “Papa lagi bahagia di tempat yang indah sayang.”
Dear, Martin. Selamat tahun baru di surga ya.

I am back for #30HariBlogging Part 2 #Day1

Posted by orange lover! 14.07



            I am back for blogging. Yes, for myself, my lovely friends for making #30HariBloggings, and you readers! Well, nggak kerasa udah lama banget gue nggak ngeblog. Saking lamanya, kucing tetangga aja anaknya udah tiga, cyin! Gue merasa iri kadang ketika mengetahui ada orang yang masih bisa menulis untuk memberi makan blognya di sela-sela waktu kerjanya.


            Thanks btw for Mujibur Rohman yang sudah membangunkan pengikut #30HariBlogging dari tidurnya. Oke, gue udah bangun dan siap untuk berkencan lagi dengan laptop tersayang. Gue kembali lagi memencet tombol-tombol huruf qwerty di netbook gue dan siap merangkai kata untuk 30 hari kedepan atau mungkin akan berlanjut ke hari-hari berikutnya. Nggak sabar untuk merangkai kata lagi untuk campaign ini. Halah! Oke. See you guys! Gue mau bersih-bersih si laman pecintalangitsore dulu ya. Btw, Selamat New Year, Temans!

Tamasya ke Kota Tua

Posted by orange lover! , 2012/07/09 21.48


                Masa liburan sekolah berdampak baik juga pada saya, yang sampai saat ini masih menjadi tenaga pengajar, yaitu bisa merasakan juga free day from having learning-teaching activities. Mumpung masih bisa liburan, karena akhir bulan sudah berganti profesi, marilah berjalan-jalan menikmati waktu yang tengah senggang-senggangnya. Tempat yang dituju pada Minggu (8/7) kemarin, yaitu Kota Tua, JakartaKota, di Jakarta Barat. Saya lebih suka pergi di hari Minggu karena jalan, dan transportasi umum cukup lengang tanpa sesak. Terbukti, kereta yang saya tumpangi kemarin, tidak begitu padat oleh penumpang.  Berkunjung ke tempat tersebut sebenarnya tidak hanya untuk mengisi liburan semata, di samping si pacar yang belum pernah menginjakkan kaki ke tempat bersejarah tersebut *eh, ini rahasia loh! :D*, saya dapat berkeliling sekitar Kota Tua, dan mengambil gambar bangunan-bangunan tua. Rencana pertama yang saya buat dengan si pacar sih sebenarnya ingin datang dan melihat pameran LevitasiHore dalam rangka Jakarta Art Festival yang diadakan dari tanggal 6 – 8 Juli 2012, namun ternyata ketika sampai di booth tersebut, kami hanya melihat-lihat kurang lebih sepuluh menit. Walaupun hanya sebentar, atau bisa dibilang sekilas, saya cukup senang berada di sana, dengan niat dari Bekasi ke Kota, untuk melihat Pameran LevitasiHore. Memang, hasil jepretan saya tidak dipajang di sana, namun saya berbangga hati juga mengenal komunitas tersebut, serta pernah ikut berpartisipasi mengunggah hasil karya saya yang sedang berlevitasi di situsnya. Sedih juga sih, belum pernah ikut Photowalk yang diadakan komunitas tersebut, waktu yang selalu menghimpit menjadi alasan.


(Mencoba) Berlevitasi (Kembali) Di Taman

Posted by orange lover! , 2012/06/25 14.12


     Sebelum postingan ini, saya telah menceritakan bahwa saya pergi ke taman Rekreasi Wiladatika di Cibubur Minggu kemarin untuk menghabiskan waktu bersama pacar menikmati tempat yang lain selain bioskop. Setelah melemparkan pandangan ke segala penjuru taman, tiba-tiba saya pun mengajak pacar untuk berlevitasi. Sudah lama rasanya tidak mengambil gambar dengan konsep anti gravitasi tersebut. Untungnya, pacar pun mengiyakan. Sambil menikmati taman, kami mengambil gambar di spot yang kami rasa cocok untuk levitasi. Mungkin kami terlihat aneh untuk orang-orang, terutama saya yang lompat-lompatan. I don’t care. Di saat banyak orang pacaran pula di sudut-sudut taman, saya dan pacar malah asik levitasi. Pacaran di pojok itu is so mainstream, you know… *halah

Pertama melompat, memang badan sudah agak kaku dan saya berusaha untuk melemaskannya kembali. Hmm.. sudah berapa lama ya, saya tidak berlevitasi. Dulu, saat saya baru mengenal levitasi, rasanya ingin dipotret setiap hari. Ekstasi. Mumpung disediakan waktu dan tempat, oleh Rahadian, dengan kamera Xperia Mini Pro SK17i dan dengan mode sport, here are the pictures







*Brightness and Contrast are added on Photoscape

We Want A Park

Posted by orange lover! 13.49



Minggu 24 Juni 2012 kemarin, akhirnya saya bisa menghabiskan hari di luar rumah maupun lepas dari penat kerja. Maklum, dengan aktifitas yang cukup padat dari Senin hingga Sabtu, hampir mustahil untuk menikmati waktu yang senggang untuk bertamasya. Kalo nggak mengganti waktu tidur yang terampas, ya paling mengobrol dengan keluarga maupun pacar di rumah. Walaupun merupakan suatu rencana yang mendadak dan hanya memiliki waktu 3 – 4 jam, saya mengajak pacar pergi ke Taman Rekreasi Wiladatika di Cibubur. Tepatnya di seberang Cibubur Junction. Disana, saya menikmati suasana taman yang jarang ditemui di kota besar seperti Jakarta maupun Bekasi dimana saya tinggal. Ya, walaupun harus membayar untuk masuk ke sebuah taman yang tidak terlalu banyak pohon hanya rerumputan yang cukup luas, namun saya mensuyukuri bisa menghabiskan waktu di sana. Bukannya pelit karena harus mengeluarkan uang, namun seharusnya taman disediakan untuk masyarakat secara cuma-cuma, tidak hanya memperindah kota, namun juga dapat menjadi tempat berkumpul dengan udara segar tanpa adanya polusi maupun pendingin udara. Namun, saya mensyukuri masih ada Taman di Jakarta. Maklum, saya belum melihat tempat yang benar-benar bisa disebut taman di Bekasi dan Taman Wiladatika adalah tempat yang masih bisa dijangkau dari Pondok Gede, Bekasi.

                Senang rasanya bisa jalan berkeliling di taman tersebut. Sebuah air mancur yang terlihat saat memasuki gerbang taman, cukup menggugah perasaan yang tadinya agak galau jadi segar. Anak-anak kecil yang berlari-lari kecil kegirangan sambil bermain bola, sekumpulan orang yang bersenda gurau sambil menikmati pemandangan sekitar menambah rasa untuk mengembangkan senyum lebih lebar lagi.. Tak lupa juga ada remaja-remaja yang berfoto di depan air mancur, maupun di kebun bunga. Tuh kan, we can do anything in the park. Kota besar ini terlalu banyak taman belanja (red- mall) yang tidak bisa memberikan keceriaan seperti ini. Wishing the city where I live have a nice park.

My Morning View

Posted by orange lover! , 2012/06/01 19.41

Some say that waiting is a boring thing. I didn't know how I say about that phrase last Thursday morning. I was waiting for my mom in a canteen in her office when I saw a beautiful morning scene. One thing that made me so patient to wait for her was the view. From that vacant room, there is a big window, so I could see Monumen Nasional through it. Yap, Mom's office is across from that monument, so people can see clearly the peak. It's a usual thing for me. What I see every day in front of my house is just a high building like a hotel. I hate that. Finally, to make sure that I’ll not forget this nice scene, after a minute starring at that monument, I decided to capture that scene. Ah, what if this scene can be moved into in front of my room…



#Day30 The Last Day...

Posted by orange lover! , 2012/05/30 23.36

Dengan berat hati saya mengaku kalah dalam tantangan #30DayBlogging ini. Aku sedih sekali. Ini sudah pukul 11 malam dan besok saya harus bangun pukul 4 pagi karena adanya keperluan. Namun, hutan tulisan belum lunas juga. Phiufff... Writing is really a misery. Jika kamu bilang menulis itu mudah, mungkin kalian harus berpikir ribuan kali jika harus berkata seperti itu. Membiasakan diri untuk melakukannya yang sulit.

Menulis itu seperti terjun dari tebing yang tinggi untuk menuju ke sebuah sungai dengan air yang dingin ketika hari mencapai suhu tertinggi. Kita menginginkan untuk terjun ke sungai tersebut, namun takut untuk mencobanya. Setidaknya, saya sudah mencobanya walaupun akhirnya tersangkut di sebuah ranting di dinding tebing.

Maafkan saya kawan. Apabila nanti ada kesempatan untuk mengikuti tantangan ini lagi. Tantangan ini membuat saya menenmukan bahwa menuliskan itu benar-benar menyenangkan. Apapun yang ingin saya tulis dan saya sampaikan, saya harus belajar bagaimana saya menyusun kata-kata tersebut dengan baik. I got something new from this. Thank you for you Deasy yang mencetuskan tantangan #30DaysBlogging ini. Thank you for Mariya, Mulki, Lina, Mujib dan Farah yang ikut serta saling membagi semua tulisannya sebulan ini. I was inspired.

*hug hug*

#Day24 Walau 5 Menit...

Posted by orange lover! 23.19

            Aku ingat, saat itu langit terlihat kuning di mata. Udara pengap karena efek panasnya sinar matahari saat pagi menjelang siang. Tapi aku tidak peduli, walaupun seberapa pengapnya udara yang terasa pada lapisan kulit, aku merasa sejuk. Ya, ada kamu disampingku. Kita berbaring sambil mendengarkan alunan musik ala Hindustan seperti sebuah terapi yang menenangkan. Monoton sekali semua yang di hadapan kita. Tapi jangan lupa, disini aku menyimpan sebuah rasa yang selalu dinamis dan seperti air yang mengalir dan berhilir kehatimu. Ada semua rasa yang menggumpal dan bersiap untuk aku cairkan dan kualirkan bersama air untuk menuju ke arah perasaanmu. 

                Aku tak sabar untuk berdiam saja. Percuma saja jika ada kesempatan untuk bertemu denganmu namun tidak menumpahkan segala rindu yang selama ini menunggu didepan pintu dan menghambur keluar dan tertangkap di pelukanmu. Aku pandangi kamu walaupun ketika kutangkap sorot matamu, aku selalu malu-malu.

#Day23 When Alien is Lost...

Posted by orange lover! 23.04


Saya merasa sedih karena sepertinya tidak menyelesaikan tantangan #30DayBlogging dengan baik. Kegiatan yang cukup penuh minggu ini dengan panggilan kerja sampai kejadian kesasar di depan stasiun Kota mencari pintu masuk shelter busway cukup bikin stress. Kalau memang ada yang namanya setan nyasar, mungkin saya memang sedang dibuat pusing dengan kelakuannya. Padahal sebenarnya saya merasa cukup familiar dengan daerah Jakarta Pusat. Entah kenapa, saya tiba-tiba terdampar di Kota.

            Hal ini bisa terjadi saat saya ada panggilan kerja di daerah Cideng Barat, Tanah Abang, Senin kemarin. Sehabis interview di sebuah perusahaan otomotif, saya harus kembali ke kantor Ibu yang terletak di jalan Veteran untuk memperpanjang SIM C. Saya naik M10 jurusan Kota – Jembatan Lima dan berniat untuk turun di Harmoni. Namun, apa daya, Harmoni tak tercapai, saya merasa sungguh familiar dengan gedung-gedung tua yang saya lihat saat itu. Benar saja, mata saya terbelalak ketika saya melihat sebuah tulisan besar di depan gedung putih itu, MUSEUM BANK MANDIRI. Sh*t! A pretty girl named Ika, was lost alone. EL – OW – ES – TI. LOST! EI – EL – OW – EN – I. ALONE!

#Day22 Saya Ingin Ranjang Baru

Posted by orange lover! 22.19


                Banyak orang yang bilang dari tanggal 17 – 20 Mei kemarin merupakan akhir pekan yang panjang. Saya sih juga bilang. Tapi saya nggak begitu menikmatinya. Yak. Jumat masih harus mengajar di tempat les dimana saya bekerja. Merasa iri juga sih, ketika nyokap yang pegawai negeri bisa bersantai di rumah 4 hari penuh sedangkan saya harus pergi mengajar. No problemo. Demi ranjang baru.

                Ngomong-ngomong soal ranjang baru, saya suka agak takut dengan ranjang lama saya ini. Terbuat dari kayu, namun entah mengapa tidak terlihat kokoh berdiri. Mungkin sudah  lebih dari 5 tahunan dia berada di kamar saya. Ada beberapa tambalan di kaki nya karena sempat roboh sewaktu sepupu kecil saya yang berumur sekitar 3 tahun bermain di atasnya berlagak seperti Power Rangers dan Satria Baja Hitam. Alhasil, ambruk. *face palm* Ya, mungkin kayunya yang kurang bagus. Dan setelah beberapa minggu kemudian harus diperbaiki kembali setelah ambruk lagi saat saya hendak tidur. Padahal kan badan saya nggak berat-berat banget. Mungkin guling lebih berat dari badan saya. Oke, yang terakhir itu bohong. 

                Sangat disayangkan ketika membayangkan harus berpisah dengan ranjang yang selama bertahun-tahun bersama. Dia tidak pernah mengeluh kalau setiap hari saya tiduri, ataupun ketika saya tinggal sendiri jika harus keluar kota berhari-hari. Namun sepertinya dia tidak tahan dengan semua ini dan ambruk. Ehem. Begitulah. 

Tingginya kualitas suatu barang memang nggak bisa dibohongi. Semakin tinggi harga furniture , makin tinggi pula kualitasnya sehingga tukang kayu pun mencari jalan alternatif dengan membuat furniture dari kayu dengan kualitas yang rendah untuk mencukupi modal agar dapat merendahkan harga sehingga diminati masyarakat. Terlebih lagi kayu dengan kualitas bagus sulit dicari dan mahal. Seperti, Jati.

Saya bisa ambil contoh, lemari baju Ayah di kamar belakang masih saja berdiri kokoh tidak termakan rayap. Padahal, umur nya saja sudah tidak muda lagi. Lemari tersebut dibeli ketika orang tua saya ingin menikah, yah sekitar tahun 1988. Walaupun terlihat agak horror dengan cat hitamnya, namun masih berfungsi dengan baik. Lalu saya membandingkannya dengan ranjang saya ini. *puk puk ranjang*

Bagaimanapun kualitas ranjang saya nanti, dengan merawat dan membersihkannya dari debu akan menjaganya agar bertahan sampai lama. Kalau suatu barang dengan kualitas bagus juga tidak dijaga dengan baik, ya pasti akan sia-sia saja.

#Day 21 Saya Merindu..

Posted by orange lover! , 2012/05/28 18.45


A: Saya tunggu kamu di Taman Kejora di bawah lampu jalan ketiga setelah rimbunan belukar pertama saat matahari terbenam dan langit menampakkan gradasi nila dan ungu. Seperti pintaku saat terakhir kali jika kita akan sekali lagi bertukar rindu.

B: Bagaimana jika tak kutemukan langit seperti apa yang kau gambarkan tadi?

A: Aku sudah pesan kepada Tuhan semalam. Niscaya, kita akan bertemu.

B: Mungkin sekitar pukul enam limabelas.

A: Aku tidak tahu. Disini tidak ada waktu.

B: Maaf aku lupa. Sudah ingatkan Tuhan lagi? Aku sudah menunggu selama lima tahun.

A: Ya. Dia akan mengabulkannya nanti. Sepertinya baru kemarin aku meminta.

B: Syukurlah. Ah, dia selalu menjawab semua pintamu. Aku iri.

A: Untuk apa kamu iri dengan orang mati? Andai saja aku tidak begini, mungkin aku akan memelukmu setiap hari.

B: Salahmu sendiri kenapa cepat sekali pergi.

A: Hahaha… Iya, aku memang merasa ngantuk saat itu. Kebetulan, ada truk melaju dengan kecepatan penuh. Aku tersentak dengan lampu jauh dan tersadar aku sudah berada di tempat yang gelap. Panas. Sendirian. Ah, sudahlah. Hayo, bangun. Nikmati hari ini. Kamu tidak pantas untuk bersedih. Kamu terlalu cantik. Ingat pesanku yah, saat langit bergradasi nila dan ungu.

#Day20 Does Chocolate Means Love?

Posted by orange lover! 18.42


                Satu waktu, seorang teman perempuan menghampiri saya yang tengah bersiap-siap untuk pulang selesai mengajar. Sebut saja namanya Anggrek. Dia juga salah satu pengajar di tempat yang sama dengan saya. “Rangga (nama samaran) tadi kasih gue ini.” ujarnya tengah berbisik, lalu mengeluarkan sebatang coklat Ratu Perak dengan kacang almond. Respon saya waktu itu adalah, “Bagi dong.” Dia cemberut. Saya pun memarkirkan motor lagi dan duduk bersamanya di bangku depan teras gedung. Saya memulai pembicaraan lagi, “Oke, terus kenapa kalau dia kasih elo coklat?”

                Dia terlihat agak gemas dengan sikap saya dan menghempaskan nafasnya sebelum kembali berbicara, “Don’t you ever know what chocolate means when a boy gives it to the girl?” lalu saya kembali bertanya padanya, “What Rangga means for you? How can it be so special?”. Dia berpikir sejenak sambil memperhatikan coklat di genggamannya. “Yap. Gue suka sama dia”, akunya. Saya terkekeh. Snap! So typical. Saya menggaruk kepala yang sebenarnya tidak terlalu gatal. Bingung harus membalas apa yang tadi dia telah ungkapkan. Akhirnya saya pun bertanya padanya apakah si prince charming nya sudah mengatakan bahwa dia telah mengatakan sejujurnya tentang perasaanya. Anggrek menggeleng. “Mungkin nanti. Mungkin saja dia belum siap”, jawabnya sedikit pasrah dan terdengar malah menghibur diri sendiri. 

                Dia terlihat sedih saat itu. Saya mengusap-usap pundaknya dan mencoba membicarakan topik selain coklat. Untungnya dia tidak lagi terbawa suasana sehingga senyum di wajahnya kembali mengembang. Saya pun memberikan masukan untuknya agar tidak terlalu memikirkan Rangga, “Udahlah, jeng, kalau dia suka sama elo, pas kasih coklat ini, dia pasti akan bilang, ‘O’ Anggrek! I love you so much. Would you be my mother of my children?’ Gitu.” Saya ditoyor. Biarlah, seenggaknya saya masih bisa menghiburnya walaupun keraguan masih menggelayut di wajahnya. Tiba-tiba, seorang teman laki-laki kami yang juga mengajar di tempat yang masih sama datang sambil senyum-senyum sok ganteng. Anggrek memasukkan coklatnya ke kantong bajunya. 

                “Anggrek, elo dikasih coklat nggak sama Rangga? Nih gue dikasih dua, sekalian buat adik gue satu. Sok banget deh tuh orang yang baru dapet komisi pemasaran.” Dheg! Saya rasa perkataan Andi tadi terasa seperti membuka jalan ke jurang untuk si Anggrek. Yap, mungkin perempuan itu sebentar lagi akan terjun. Saya menoleh ke kanan memperhatikan ekspresi wajahnya. Ternyata memerah. Marah.