Tahun
lalu begitu berkesan buat gue. Pasalnya, semua berkah hadir dan mengalir deras
kala itu. Dari momen yang dengan kerja keras untuk dicapai dan akhirnya gue
dapatkan, sampai keinginan yang sebelumnya belum pernah gue cita-citakan
sebelumnya, terjadi. Like dream came true. Ada pula juga apa yang selama ini gue mau,
tapi belum kesampaian sampai saat ini. Moga-moga tercapai di tahun berikutnya
ya. Everything is possible in our lives,
kan?
Happiness came very early in the early of the
year. Di awal tahun, gue lulus kuliah. Siapa yang nggak gembira coba?. Dari
awal gue takut kalo gue bakal menghabiskan waktu selama 5 tahun di kampus gue
tercinta. Nyatanya, Januari 2012 dengan belajar selama 4 tahun 4 bulan,
akhirnya gue mendapatkan hasil dari kemauan untuk kerja keras selama ini. Nilai
yang bisa membanggakan orang tua. Selang dua bulan, gue diwisuda. Gue pake
toga, cyiiin! Saat puncak acara dimulai, nama gue dipanggil sebagai mahasiswa
terbaik di jurusan tempat gue belajar. Apa lagi yang nggak bisa gue syukuri
dari semua yang gue dapatkan saat itu? Terlebih lagi, usai acara, gue keluar
dari gedung, terlihat bokap dan nyokap menyambut gue dengan wajah yang
bersinar. Mereka yang tengah terharu memeluk gue dan gue mendengar suara bokap
gue berbisik, “Alhamdulillah, ya Allah..” :’) Walaupun dulu gue bikin mereka
kecewa karena nggak masuk perguruan tinggi negeri dan menjadi wanita angkatan
darat, seenggaknya gue bisa membayar kekecewaan gue dengan rasa bangga.
Ada kamu di suara letupan kembang api
semalam. Ada
kamu di sinar warna-warninya hinggap langit malam terang benderang. Ada kamu dalam
sorak-sorai menyambut. Ada
tawa genitmu dalam tawa gembira bocah-bocah kecil yang dibolehkan terjaga
hingga larut malam. Aku rindu.
Kita
telah menjalani semua suka dan duka selama 5 tahun. Aku lihat kembang api yang
sama. Aku dengar suara yang sama. Pun aku mencintai laki-laki yang sama. Hingga
kini, rasa yang sama juga meletup-letup di dada. Aku tak memperdulikan tahun
yang telah berganti. Rasa rindu ini selalu menghampiri di setiap detik waktu
berjalan.
Dua tahun lalu aku tak memperdulikan suara
kembang api atau petasan manapun. Bibirmu pun tak mengembang. Bibirmu dan matamu
tertutup. Wajahmu yang tenang namun pucat tetap menenangkan. Tapi kutahu jika telingamu mendengarku yang
selalu berdoa di sampingmu. Mengharapkan dirimu menyambut tahun baru bersamaku
dan mencium bibirku ketika jarum jam lurus ke angka 12.
“Mama.. Mama..” malaikat kecil yang tengah
berdiri di sampingku sambil menarik-narik ujung kaosku, memanggil. Aku
tersenyum seraya memberi kode mempersilahkannya untuk melanjutkan apa yang
ingin ia katakan. “Papa sekarang ada dimana ya? Lud kangen Papa..”
Aku menunjuk ke arah kembang api hijau yang
tengah mekar di langit. Sambil mengelus rambutnya. “Papa lagi bahagia di tempat
yang indah sayang.”
Dear, Martin. Selamat tahun baru di surga ya.
Posted by
orange lover!
14.07
I
am back for blogging. Yes, for myself, my lovely friends for making
#30HariBloggings, and you readers! Well, nggak kerasa udah lama banget gue
nggak ngeblog. Saking lamanya, kucing tetangga aja anaknya udah tiga, cyin! Gue
merasa iri kadang ketika mengetahui ada orang yang masih bisa menulis untuk
memberi makan blognya di sela-sela waktu kerjanya.
Thanks
btw for Mujibur Rohman yang sudah membangunkan pengikut #30HariBlogging dari
tidurnya. Oke, gue udah bangun dan siap untuk berkencan lagi dengan laptop
tersayang. Gue kembali lagi memencet tombol-tombol huruf qwerty di netbook gue
dan siap merangkai kata untuk 30 hari kedepan atau mungkin akan berlanjut ke
hari-hari berikutnya. Nggak sabar untuk merangkai kata lagi untuk campaign ini.
Halah! Oke. See you guys! Gue mau bersih-bersih si laman pecintalangitsore dulu
ya. Btw, Selamat New Year, Temans!